Buat Yang Mau Memilih Jurusan di SNMPTN Undangan 2014, Cekidot ini..

SNMPTN undangan itu filosofinya begini: Kampus yang mencari mahasiswa, bukan calon mahasiswa yang mencari kampus. Nah yang dicari oleh UI dan ITB adalah 2% terbaik . Artinya dari 1,6 juta peserta UN tahun ini, UI dan ITB akan mencari calon mahasiswa dari populasi 2% terbaik atau sekitar 32 ribu orang  (syukur-syukur mereka milih UI atau ITB, kan kalau anak yang nilai UAN fisika-nya 100 plus pandai berenang, kuat lari 9 putaran stadion dalam 12 menit, sit-up, pull up, dan push up 40 kali dalam semenit, mata nggak minus/plus, gigi nggak ada yang bolong, fisik nyaris sempurna, kepribadian bagus, biasanya malah milih masuk Akmil,AAL atau AAU, bukan UI atau ITB). So, UI dan ITB akan “melihat” dari  32.000 siswa terbaik itu, mana yang memilih UI atau ITB. Dari 32 ribu itu, UI cuma mau merekrut sekitar 4000, dan ITB sekitar 1200. So, buat yang bukan 2% terbaik, mohon maaf, anda bukan “sasaran tembak”nya UI dan ITB, berharap aja dari yang 32.000 terbaik, yang milih UI atau ITB nggak sampe 4000 orang . Ini juga berlaku buat Universitas lain, UGM mengincar dari populasi 4% terbaik (sekitar 64.000 terbaik), Undip, IPB, Unibraw,  mengincar dari populasi 5% terbaik (sekitar 80.000 terbaik), dst.
Dan universitas-universitas itu tahu, “sasaran tembak” mereka berkeliaran di SMA mana aja. Tahunya dari mana? Dari tradisi sekolah. Apa itu tradisi sekolah? Alumni SMA tersebut biasanya masuk kampus apa dan prestasinya gimana. Contohnya: Ratusan lulusan SMA 3 Bandung masuk ITB setiap tahunnya. Itu berarti tradisi sekolah SMA 3 bandung ya masuk ITB. So, walaupun tahun ini misalnya ada alumni SMA 3 bandung yang diterima di ITB tapi nggak diambil, SMA 3 bandung nggak akan di-blacklist alumninya oleh ITB, karena ITB masih membutuhkan alumni SMA 3 bandung. Sama seperti teman teman saya yang masuk STAN, rata-rata teman-teman saya yang keterima di STAN itu juga keterima di UI, tapi UI-nya nggak diambil. Sampai sekarang tidak pernah UI memblacklist SMA 81, karena UI butuh alumninya.
Nah, ada beberapa salah kaprah anak SMA, mereka menganggap nilai raport mereka akan diperhatikan, padahal:
1.       Nilai 8 di SMA A beda artinya dengan nilai 8 di SMA B
2.       Anak Ipa yang keterima di jurusan akuntansi (jumlahnya mayoritas) itu nilai rapor apa yang dilihat?  Nilai Fisika? Padahal 4 dari 5 anak SMA Favorit yang keterima di akuntansi UI adalah anak IPA. So, nggak ada gunanya kalo ada guru sekolah yang mengatur-atur pilihan siswanya. Misal di SMA 12 jakarta, guru sekolahnya mengatur pilihan siswanya di undangan, anak IPA nggak boleh milih IPS, anak IPS nggak boleh milih IPA. Lebih parah lagi, mengatur pilihan siswa supaya pilihannya nggak sama dengan temannya, supaya nggak saling bersaing. Ini mereka lakukan untuk mendongkrak jumlah siswa yang diterima PTN, supaya naik gengsi sekolahnya dan kondite gurunya baik. Hal seperti ini percuma saja, karena anak IPS sudah “diproteksi” dari teman ipa mereka yang satu sekolah, akan “dilibas” sama anak IPA SMA 8,81, 70, 78, 28 yang memang punya tradisi masuk fakultas ekonomi UI misalnya. Karena SMA-SMA yang “percaya” dengan kemampuan siswanya untuk berkompetisi akan membebaskan siswanya untuk memilih jurusan apa saja. Mengatur pilihan jurusan siswa juga berbahaya, kalau siswa itu diterima di jurusan yang dipaksakan gurunya tapi bukan minat dan natural happiness-nya, malah prestasinya kurang baik, dan pastinya dalam jangka panjang akan memberi dampak tidak baik bagi tradisi sekolah. Inti dari tradisi sekolah kan gini: kalau alumni SMA A di kampus x prestasinya bagus, kampus x akan “ketagihan” untuk mengambil alumni SMA A lagi(bisa jadi kuotanya ditambah), namun bila alumni SMA B di kampus x jelek, kampus B akan “kapok” ngambil alumni SMA B lagi.
3.       Ada dua anak dalam satu kelas memilih jurusan yang sama, yang rangking 3 nggak diterima yang rangking 7 malah diterima.  Kalau yang milih komputer, hal ini tak mungkin terjadi karena komputer nggak punya perasaan, tapi manusia itu punya feeling. Nah feelingnya gini, kalau anak yang pinter milih jurusan rendah, “ditakutkan”(ini feeling) Cuma buat batu loncatan doang, makanya yang diterima malah yang rendah rankingnya.
So, apa yang harus dilakukan siswa? Nggak usah pikirin undangan, pilih jurusan yang kamu inginkan, daftar trus lupakan, anggap diri kamu nggak diterima aja, supaya kamu siap-siap buat ujian SBMPTN sebagai “point of no return” kamu.
(Donny A wirawan)
Advertisements

One thought on “Buat Yang Mau Memilih Jurusan di SNMPTN Undangan 2014, Cekidot ini..

  1. Wah akhirnya fikiran saya terbuka buatilih jurusan dan universitas nanti. Udah ngga ragu buat ngambil FK nih di salah satu Universitas yang alumni saya membludak. Makasih udah buka pemikiran saya,semoga nanti saya keterima di FK Universitas negeri yang diharapkan entah itu lewat SNMPTN atau SBMPTN. Walau saya akan ngelaluin nya pas 2016 nanti tapi saya udah persiapkan dari sekarang😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s