Imposible is Nothing and Everything is Possible with Allah

Foto0434

Sahabat yang budiman, kali ini saya akan bercerita mengenai sebuah perjuangan heroik, saat saya membuat Skripsi. Pada awalnya saat semester 10 atau tepatnya 5 tahun berada di kampus, saya sudah vakum kuliah, dalam arti tidak ada kuliah tatap muka dan tinggal menyelesaikan skripsi. Tapi hasrat untuk menyelesaikan skripsi masih lemah, ditambah saat semester akhir saya memutuskan untuk bekerja. Dan yang terjadi skripsi akhirnya menjadi terbengkalai dan beberapa amanah di organisasi kampus juga terbengkalai. Namun niat untuk menyusun skripsi masih ada walaupun lemah.

Sampai pada akhirnya ada sebuh kejadian menarik, yaki saat saya sedang online di situs jejaring social facebook, saya mendapati seorang motivator terkenal juga sedang online, dan terlintas dalam benak saya untuk meminta kata-kata motivasi dari motivator tersebut agar saya tergerak untuk segera menyusun skripsi saya. Kemudian percakapan terjadi :

Saya : “Assalamualaikum ustadz…!!”

AD : “Walaikumsalam.. salam super!!”

Saya : Ustadz boleh Tanya?

AD : Silahkan,..

Saya: Bisa minta motivasi dari anda, agar saya tergerak segera untuk menyelesaikan skripsi saya?

AD:   ……………….. (sedang mengetik)

AD : “janganlah membuat kecewe orang-orang yang telah berkorban banyak buat anda, dan takutlah bila nanti anda wisuda, anda tidak bisa berfoto bareng dengan orang yang paling berjasa yaitu orang tua anda, karena anda selalu menunda membuat skripsi”

Saya : Jleeb…………………. (dalam hati: bener banget, klw saya tak segera menyelesaikan skripsi saya, bisa jadi orang tua saya sudah tiada sebelum saya lulus, dan orang tua saya nanti tidak bisa melihat anaknya menggunakan toga)

Subhanallah, akhirnya setelah kejadian tersebut hati saya benar-benar tergerak. Dan kemudian langsung besoknya saya menyusun strategi untuk menyusun skripsi saya kembali. Tapi, ternyata batas menyusun skripsi tinggal 3 bulan lagi, sedangkan saya sudah vakum konsultasi skripsi sudah 1 semester dan belum di setujui satu bab pun. Tapi dengan semangat yang membara saya terus melakukan ikhtiar saya agar skripsi saya selesai, kemudian langkah pertama saya menelepon Dosen pembimbing pertama yang terkenal killer, dan akhirnya sepakat untuk mngoreksi skripsi saya kembali mulai dari bab 1 di kampus.

Saat baru pertama bertemu hati saya dag dig dug deer, karena dari wajahnya dosen saya terlihat tidak begitu dalam keadaan senang, dan saya pun menyerahkan bab 1 saya di rumah dosen saya. Kemudian dosen saya berjanji  akan mengoreksinya kesokan harinya. Saat pulang dari rumah dosen saya, kebetulan beliau menawari tumpangan dengan mobilnya sampai di suatu jalan di pondok gede, saat di mobil saya berbincang-bincang dengan dosen saya dan ia menanyakan tentang sebab-sebab kevakuman saya selama ini, dan tiba-tiba beliau bilang nampaknya saya tidak bisa lulus semester ini, karena waktu menyelesaikan skripsi hanya tinggal 2,5 bulan lagi, kamudian saya bertanya: wah, bener bu saya tidak bisa lulus semester ini? Dosen : iya betul itu, dan sangat imposibble kamu bisa lulus semester ini. Waktunya sangat mepet, apalagi kamu belum penelitian. Jleeb akhirnya saya sempat down. Tapi dalam hati saya berfikir (man jadda wa jadda, siapa bersungguh-sungguh ia pasti akan mendapatkannya.) dalam hati: (yang bilang tidak mungkin  hanyalah dosen saya, dia seorang manusia biasa, dan saya punya Allah yang bisa merubah segalanya, membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin) dan pada ahirnya walaupun dianggap tidak bisa selesai skripsi semester ini, saya tetap berusaha semaksimal mungkin dan meminta pertolongan kepada Allah. Samapi akhirnya pertemuan kedua berlanjut dan saya konsultasi di saat beliau sedang mengawas UAS di kelas. Saat melihat revisi bab 1 saya di depan pintu kelas sambil mengawas UAS, tibaba terdengar suara.

Dosen : “ini skripsi apa Koran??” bahasanya ngawur banget banyak kesalahan penulisan dimana. Bahasanya bahasa purba, bahasa pasar tidak ilmiah sekali

Saya : Jjlleebb… (dosen itu berbicara keras di depan mahasiswa lainnya adik tingkat saya, malu nya luar binasa maaf luar biasa) saya dipermalukan di hadapan adik tingkat saya. Tapi dalam hati saya mencoba sabar dan sabar.

Akhirnya saya disuruh untuk merevisi bab 1 saya dan bertemu kembali hari sabtu, tapi saya bilang tidak bisa bu, karena saya ada acara pergi ke gunung 3 hari. Dosen : ya,.. terserah kamu. Lebih mentingin skripsi apa naik gunung” padahal saya naik gunung karena alasan structural dan wajib bagi setiap anggotanya. Dan akhirnya disepakati saya bertemu hari senin pagi di rumah beliau jam 9. Tapi tetep saya naik gunung untuk memenuhi kewajiban saya sebagai anggota. Dan saat di gunung pun saya membawa skripsi saya di bungkus dengan plastik agar tidak basah, dan di sela-sela acara kegiatan di gunung saya mencoba merevisi bab 1 skripsi saya agar selesai sebelum hari senin pagi. Dan orang-orang di sekitar saya yang turut naik gunung keheranan dengan saya. Sempat-sempatnya buat skripsi di gunung, kata mereka. Tapi kalau sudah azzam di hati apapun akan dilalui. Akhirnya naik gunung selesai tapi skripsi saya masih berantakan. Belum selesai dan kemudian pulang dari gunung minggu malam dan skripsi belum selesai, padahal saya harus menyerahkan revisi besok paginya. Kemudian malamnya saya mencari rental computer dan mencoba memperbaiki skripsi saya,. Dan Alhamdulillah sudah hamper selesai bab 1 nya, tapi tiba-tiba “clep” computer di rental mati dan saya belum ngesave skripsi saya, wah rasa kesal, dongkol dan sabar bercampur jadi satu. Parahnya rental komputernya mau tutup. Wah gaswat, akhirnya saya mencari rental computer lain tidak ada yang bisa, kemudian saya akhirnya pergi ke secretariat organisasi di kampus yang saya ikuti, kebetulan di sana ada computer. Dan mulailah saya memperbaikinya paragraph demi paragraph. Dan tanpa terasa mata saya terpejam beberapa kali saat mengetik revisi skripsi karena rasa lelah habis naik gunung dan ngantuk bercampur jadi satu. Dan pada akhirnya selesai  juga dan besoknya saya ke rumah dosen saya dengan rasa lelah yang luar biasa di tambah baju saya yang belum ganti, akhirnya saya pakai jaket ke rumah dosen saya di bilangan pondok gede.

Cerita unik lainnya terjadi dengan dosen pembimbing 2 saya, yaitu saat sudah sampai bab 5 dan siap untuk seminar hasil. Saat itu saya menyerahkan skripsi saya ke DP (dosen pembimbing) hari Kamis. Dan saya kebetulan hari sabtu sampai minggu ada acara di puncak. Hari jumat pagi saya berangkat ke puncak bersama teman-teman satu organisasi Islam, dan baru sampai di puncak jam 12 kemudian tiba-tiba ada sms masuk

Dosen :  “kesha ibu mau ketemu kamu hari ini juga jam 4 di STT Telkom Cipinang, skripsi kamu masih banyak yang salah dan tidak layak untuk ikut seminar hasil” jleeb,.

Saya : Haa hari ini?? Saya bergumam dalam hati. Kemudian saya membalas “mohon maaf bu, saya sedang di bogor untuk 3 hari, kira-kira ada hari lain bu?”

Dosen : “tidak ada hari lain, hari senin kamu kan seminar hasil, hari sabtu ibu libur”

Saya :  bingung (*^(&%*&*& memutar otak dan akhirnya nekat.)

Saya : baik bu, saya segera ke Jakarta, kemungkinan sampai di Jakarta jam 4 bu, kita ketemu di Telkom cipinang ya..

Dosen : baik saya tunggu,..

Jeger,.. akhirnya saya meminjam motor teman saya untuk segera berangkat ke Jakarta saat itu juga, padahal baru beberapa menit sampai di Puncak. Daan saat turun dari villa yang cukup jauh dari jalan raya, saya terjatuh karena motor slip saat turunan di jalanan berbatu, curam dan licin. Dengan kaki yang cukup sakit dan beberapa tetes darah keluar, saya putuskan untuk kembali bertarung melawan kerasnya kehidupan dan bertarung untuk segera menyelesaikan skripsi saya. Saat dalam perjalanan kemudian saya nyasar dan diguyur hujan. Dan akhirnya saya tepat jam 4 sampai di tempat dimana saya berjanji bertemu dengan Dosen saya, yaitu di Telkom Cipinang, saat bertemu kepala dan mata saya “kliyengan” karena begitu lelahnya luar biasa. Dan saya sangat mengapresiasi Dosen Pembimbing 2 saya yang rela menunggu cukup lama dengan suaminya di dalam mobil padahal saya hanya seorang mahasiswa biasa,. Dan akhirnya saya konsultasi di dalam mobil hanya sekitar 20 menit dan seperti biasa mendapatkan puluhan coretan di skripsi saya.

Setelah 20 menit  konsultasi, akhirnya saya berangkat lagi ke Puncak Bogor menggunakan motor. Dan sampai di tempat kegiatan jam 22.30 karena terjebak macet di akhir pekan. Well singkat cerita dengan beberapa pengalaman yang harus menguras tenaga, mental, pikiran dan biaya. Skripsi saya selesai dengan selamat hanya dengan waktu 2,5 bulan saja. Padahal di awal saya distempel tidak dapat menyelesaikannya semester itu, tapi karena pertolongan Allah dan kerja keras semua bisa terwujud dan saya bisa berfoto bareng dengan kedua orang tua saya dengan penuh kebahagiaan di wisuda kesarjanaan tahun 2010. Next perjuangan Tesis telah menanti di depan mata.. . its my next target

Impossible is nothing, everything is possible if you believe in Allah.

Ketidakmungkinan adalah omong kosong, segala sesuatu bisa terjadi jika kita percaya kepada Allah.

Man Jadda wa Jadda, Kun Fayakun

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s